Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Pulau Jeju, Sebuah Keindahan Korea

Salah satu daya tarik wisata Korea saat ini adalah Jeju!. Kalau Indonesia punya Bali sebagai pulau Dewata, maka Jeju adalah pulau Nirwana; letaknya di sebelah barat daya Semenanjung Korea dan telah ditetapkan sebagai Daerah Istimewa Jeju. 

Pulau ini merupakan pulau terbesar di Korea. Lebih dari 90 persen wilayah pulau vulkanik yang terkenal di dunia ini dilapisi dengan batuan basal. Pulau dengan lokasi strategis ini merupakan penghubung antar benua (Rusia dan Cina), serta penghubung antar negara-negara kepulauan (Jepang dan Asia Tenggara). Akhir-akhir ini pulau dengan pemandangan alam yang sangat indah ini menjadi kunjungan utama para wisatawan saat mengunjungi Korea.

Samda-do - Pulau dengan tiga hal yang melimpah
Pulau Jeju dijuluki dengan nama Samda-do atau pulau dengan tiga hal yang melimpah karena di pulau ini terdapat banyak bebatuan, angin dan wanita. Hmm..

Sammoo-do - Pulau dengan tiga kekurangan
Pulau Jeju juga dijuluki dengan nama Sammoo-do atau pulau tanpa tiga hal karena di pulau ini tidak ada pencuri, pengemis dan pagar-pagar rumah.

Pulau Jeju dahulu dikenal sebagai Kerajaan Tamna, sebuah kerajaan yang berkuasa selama 464 tahun. Pulau ini berbentuk oval sepanjang 73 km dari Timur ke Barat dan 41 km dari Utara ke Selatan, dengan Gunung Halla yang berada ditengah-tengahnya.

Pulau ini memiliki jalan lingkar pantai sepanjang 181 km dari garis pantai sepanjang 258 km. Iklim disini sedang, suhunya hampir tidak pernah mencapai minus nol derajat walaupun di musim dingin. Yang menarik di Jeju, pulau ini dipenuhi dengan bukit-bukit kecil yang disebut oreum (gunung berapi kecil). Oreum merupakan surga bagi serangga khususnya kupu-kupu. Pulau ini juga merupakan rumah bagi tanaman tropis, sub-tropis, dan kutub, yang banyak terlihat di sekitar Gunung Halla.

Mengapa Jeju saya sebut sebagai pulau nirwana? Karena memang di pulau ini tersedia lengkap kebutuhan wisata Anda; mulai dari wisata laut, bawah laut, hiking, gunung berapi, meditasi, berkuda, bersepeda, paralayang, cross-country, dan lain sebagainya. 

Panduan Berlibur ke Pulau Jeju:


Sumber: www.jeju.go.kr

Indahnya Pantai Carocok di Pesisir Selatan Sumatera Barat


Bayak sekali objek wisata di Sumatera Barat. Yang paling terkenal tentang Provinsi ini adalah objek-objek wisata alamnya yang indah. Bicara wisata di Sumatera Barat, maka ibarat Anda masuk ke sebuah taman dengan aneka spot kunjungan, karena di daerah ini sangat lengkap - mulai dari wisata laut/pulau, alam pegunungan, budaya dan kuliner.

Salah satu yang menarik adalah Pantai Carocok; salah satu spot pinggir laut yang menawan. Pantainya yang bersih, air lautnya yang bening, riak ombaknya yang tenang membuat kita "terbuai". Sambil duduk di pasir pantai yang lembut, Anda dapat menyaksikan dua pulau kecil yaitu Pulau Kereta dan Pulau Cingkuak. Di kejauhan juga terlihat Pulau Semangki. Pulau-pulau itu tidak begitu jauh dari pantai. Pada saat air laut tidak terlalu tinggi (pasang), bahkan pulau dapat dijangkau hanya beberapa menit saja. Hari libur ramai sekali kunjungan wisata ke sini. Memandang keindahan alam dari Bukit Langkisau yang tidak terlalu jauh dari pantai adalah pesona tersendiri tentang penciptaan Yang Maha Kuasa.



Objek wisata ini terletak di kota Painan, sebuah kota 'penghasil' juru masak masakan minang paling handal di dunia. Pantai Carocok berada dalam wilayah Kecamatan IV (baca: ampek) Jurai berjarak tempuh 77 km dari kota Padang. Anda dapat menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum dengan ongkos berkisar 15.000 sampai 25.000 rupiah sampai ke lokasi pantai.

Eit, jangan pulang dulu saat matahari akan tenggelam. Saksikan keindahan warna-warni dari semburat matahari tenggelam (sunset) di Pantai Carocok. Anda akan takjub dengan polarisasi semburat cahaya matahari yang menyinari hamparan air laut. Pernahkah membayangkan hamparan laut menjadi sebuah hamparan "bak kaca terbentang" ?. Pantai Carocok dapat menyajikannya dengan sempurna.

 
Suasana Matahari tenggelam dengan semburat cahaya mempesona - click photo to enlarge

Pada hari libur kita bisa menggunakan beberapa fasilitas rekreasi. Mau bersampan sekedar mengelilingi dua pulau kecil, atau menyewa boat untuk melintasi samudera. Kendala di pantai ini memang masalah fasilitas umum (fasum) yang belum tertata baik. Salah satunya juga apabila Anda kemalaman belum tersedia tempat penginapan. Selain itu penerangan yang minim sehingga apabila malam menjadi gelap.

Kalau masalah makanan, Anda tidak perlu khawatir. Banyak warung sederhana di sekitar pantai. Bahkan Anda dapat memesan masakan khusus ikan karang khas Painan. Nikmat sekali. Disini lidah Anda akan dimanjakan dengan cita-rasa masakan minang yang asli.

Pendek kata, jika Anda sempat berkunjung ke kota Padang di Sumatera Barat, jangan lewatkan untuk mengunjungi Pantai Carocok.

Air Terjun Lembah Anai, Pesona Wisata Di Pinggir Jalan Padang-Bukit Tinggi

Menyusuri perjalanan darat dengan bermobil atau bersepeda motor dari kota Padang menuju Bukit Tinggi (Sumatera Barat) punya kesan tersendiri. Selain jalannya yang berkelok-kelok - khasnya jalan di Sumbar, anda pun dapat menikmati panorama alam yang menakjubkan.

Sekitar satu jam perjalanan dari Padang anda akan sampai di Lembah Anai. Salah satu dari pesona alami yang terkenal dan menjadi maskot pariwisata di Sumatera Barat. Adalah Air Terjun Lembah Anai, 'sepucuk' air terjun indah terdapat di pinggir jalan. Lembah Anai masuk ke dalam wilayah Nagari Singgalang Kecamatan Sapuluh Koto, sekitar 30 menit sebelum kota Padang Panjang.


Orang Minang (baca: Padang) biasa menyebutnya dengan Aia Tajun atau Aia Mancua Lembah Anai. Meluncur dari ketinggian 37 meter air terjun ini akan mencuri pandang anda saat melintas di daerah ini karena lokasinya memang terletak di pinggir jalan. Sayang rasanya kalau tidak berhenti sejenak untuk melepas lelah sambil menikmati kopi hangat dan membuat foto di lokasi air terjun.

Sebenarnya ada 3 air terjun di lokasi ini. Selain air terjun Lembah Anai yang terletak di tepi jalan, ada 2 air terjun lainnya di dalam lebatnya Hutan Anai, sehingga sulit terlihat dan belum dikenal para wisatawan. Bagi Anda yang ingin melihat ke dua air terjun lainnya, silahkan anda minta bantuan penduduk setempat untuk menunjukkan jalannya. Tidak jauh, cukup menempuh jalan setapak sekitar 15 menit.

Dengan membayar tiket masuk ke lokasi taman, Anda dapat mendekat ke genangan Air Terjun Lembah Anai. Rasakan sejuk dan nikmatnya air disini. Disinilah terdapat bebatuan tempat anda duduk bersantai dan membuat aneka gaya foto. Dari sinilah air mengalir menjadi sungai Anai yang jernih.

Disekitar air terjun juga terdapat berbagai warung panganan yang menyajikan makanan dan minuman khas Sumatera Barat. Lahan parkirnya juga cukup luas dan aman. Bagi Anda yang ingin berkemah, silahkan Anda hubungi pengelola taman untuk dapat menikmati fasilitas camping ground.

What's Up, Perjalanan Pertama ke Jeju?

Mengunjungi suatu tempat wisata pertama kali memang gampang-gampang sulit. Segala sesuatunya harus dipersiapkan sesuai waktu yang tersedia. Agar waktu dapat dimanfaatkan dengan efisien, maka perencanaan tujuan wisata sangat diperlukan.

Perjalanan pertama ke Pulau Jeju Korea Selatan ? Berikut ini panduan kunjungan Anda:

Air Terjun Jeongbang
Lokasi: Seogwi-dong, Seogwipo-si
Air terjun ini adalah salah satu dari tiga air terjun berpemandangan terindah di Jeju, serta sekaligus sebagai tempat satu-satunya di Korea Selatan yang memungkinkan Anda melihat air terjun yang mengalir langsung ke lautan. Anda dapat duduk di atas batu sambil menikmati hidangan laut segar yang baru ditangkap oleh para haenyeo (penyelam wanita). Pakailah sepatu yang tidak licin supaya tidak terpeleset di bebatuan.

Seongsan Ilchulbong (Puncak Matahari Terbit)
Lokasi: Seongsan-ri, Seongsan-eup, Seogwipo-si
Adalah tempat terbaik menikmati matahari terbit di Korea. Kerucut tufa ini terbentuk ketika gunung berapi bawah laut meletus. Seongsan Ilchulbong (Puncak Matahari Terbit) ditetapkan sebagai Monumen Nasional No. 420 di tahun 2000. Pengunjung disarankan membawa air dan sapu tangan jika berkunjung ke sini.

Galeri Kim Young-Gap Dumoak
Lokasi: Samdal-ri Seongsan-eup, Segwipo-si
Kim Young-Gap hidup dengan tenang sambil mengambil foto bukit-bukit dan lautan Jeju selama 15 tahun. Namun sayangnya ia meninggal akibat penyakit Lou Gehrig ketika galerinya tengah dibangun. Diantara karyanya banyak gambar tempat-tempat tersembunyi di Jeju yang menyentuh hati yang melihatnya.

Museum Masyarakat Tradisional Jeju
Lokasi: Pyoseon-ri, Pyoseon-myeon, Seoguipo-si
Tempat ini adalah satu-satunya taman dengan tema masyarakat tradisional di Jeju. Pengunjung dapat melihat sekitar 3.000 peninggalan tradisional Jeju, termasuk permainan. Jangan lewatkan melihat sekitar 100 rumah tradisional dan pasar yang masih mempertahankan tradisi kuno Jeju.

Museum Seokbujak
Lokasi: Hogeun-dong, Seogwipo
Disini Anda dapat melihat "seni hidup" Seokbujak, yaitu bebatuan yang ditutupi oleh lumut, tumbuhan dan bunga-bunga harum. Anda juga dapat membuat Seokbujak Anda sendiri untuk dibawa pulang. Anda dapat melihat 30.000 batu basal dan kebun jeruk khas Jeju.

Pantai Jungmun Saekdal
Lokasi: Saekdal-dong, Seogwipo-si
Pantai terjal dan berombak besar ini memungkinkan Anda untuk menikmati berbagai macam olahraga laut, termasuk selancar angin, ski air, paralayang, arung jeram, dan kayak. Pasir pantai berwarna hitam, putih, merah, dan abu-abu, sehingga membuat pemandangan di sini berkesan misterius.
Taman Mutiara Kedamaian Jeju 4.3
Lokasi: Myeongrim-ro, Jeju-si
Taman ini dibangun untuk memperingati Peristiwa 4.3, yaitu peristiwa pembunuhan massal penduduk Jeju oleh anggota pasukan militer dan polisi. Tempat ini berfungsi untuk mengenalkan sejarah hak asasi manusia di Jeju, sekaligus untuk menghibur para korban dan keluarga mereka. Pameran, pertunjukan video, dan materi lainnya yang ada di museum ini melukiskan adegan tragis dengan sangat jelas.

Museum Nasional Jeju
Lokasi: Samsascok-ro, Jeju-si
Museum Nasional Jeju (MNJ) adalah museum arkeologi dan sejarah yang dirancang untuk menyambut status Jeju sebagai Kota Internasional Abad ke 21. Museum ini memperlihatkan perkembangan sejarah dan budaya Jeju yang unik. Disamping itu, Anda pun dapat melihat berbagai macam artefak dan peninggalan bersejarah yang mencerminkan kehidupan jaman dulu.

Pantai Gwakji Gwamul
Lokasi: Gwakji-ri, Aewol-eup, Jeju-si
Suasana di Pantai Gwakji Gwamul selalu tenang dan damai. Airnya tetap terasa sejuk meskipun sedang musim panas, sehingga cocok untuk menyegarkan badan, khususnya di pemandian terbuka yongcheonsu (mata air) yang berada di sebelah pantai.
Lava Gabungan Berbentuk Kolom Jungmun Daepo
Lokasi: Jungmun-dong, Seogwipo-si
Lava gabungan Berbentuk Kolom (formasi batu pilar) ini adalah yang terbesar di Korea Selatan dan telah ditetapkan sebagai Monumen Budaya Pulau Jeju No. 443. Fenomena ini terbentuk dari lava panas gunung berapi yang mendingin secara cepat ketika mencapai laut, sehingga terbentuk lapisan demi lapisan. Sebuah pilar batu yang menyerupai anak tangga benar-benar menggambarkan kehebatan alam.

Baca panduan destinasi wisata ke Jeju:

Sumber: www.jeju.go.kr

Jomblonger, Berwisata Sendiri ke Pulau Jeju

Anda tidak punya teman saat berkunjung ke Pulau Jeju Korea? Oh, No! Tidak usah khawatir. Nikmati perjalanan Anda. Manfaatkan waktu Anda sebaik-baiknya. Berikut ini panduan destinasi yang bisa Anda kunjungi jika sendirian berlibur di Pulau Jeju:

Galeri Seni Lee Jung-Seop
Galeri ini menampilkan karya hebat dari salah satu seniman Korea terbaik, Lee Jung-Seop, yang dilukis ketika ia tinggal di Pulau Jeju. Karya-karya besarnya adalah "Ilusi dari Seogwipo" dan "Landskap dari Pulau Seop". Selain itu juga terdapat lukisan dari artis terkenal ParkSu-Geun dan Lee Eung-No di lantai dua.

Oedolgae
Ada sebuah dongeng tentang seorang kakek yang pergi ke laut untuk memancing, tapi tidak pernah kembali setelah terjebak angin badai. Istrinya terus menangis, sampai dia berubah menjadi batu yang diberi nama Oedolgae yang merupakan batu yang menjulang di tengah laut menyerupai seorang wanita.

Situs Pengasingan Chusa
Situs ini adalah tempat pengasingan Chusa Kim Jeong-Hee, seorang cendekiawan, ahli kaligrafi, dan politikus dari Dinasti Joseon. Di tempat ini, dia menciptakan gaya kaligrafi Chusache, melukis "Wandang Sehando", dan mengajarkan kaligrafi pada murid-murid dari luar negeri. Situs Chusa Jeju memang tidak terlalu besar, tetapi sangat cocok bagi Anda yang ingin mengenal leluhur orang Korea.

Jeju Hyanggyo (Kuil & Sekolah Konfusius)
Sekolah ini ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Berwujud No. 2, yang awalnya dibangun oleh pemerintah provinsi Jeju sebagai sarana pendidikan bagi penduduk lokal. Selain Kuil Daeseongjeon dan Gyeseongsa, disini juga ada Myeongryundang yang masih berfungsi sebagai tempat belajar. Anda mungkin dapat menemukan jawaban atas segala pertanyaan Anda jika berpikir dari sudut pandang para leluhur.

Pantai Sinyang
Pantai Sinyang yang berada di dekat Seopjikoji, merupakan tempat yang sangat cocok untuk berselancar angin. Di tempat yang sering mengadakan kejuaran selancar angin ini juga memiliki pusat pelatihan untuk para peselancar.


Spirited Garden
Seorang petani sederhana mengembangkan taman ini dengan membangun dinding batu, membuat bukit, menanam, serta memelihara pepohonan. Taman ini membuat Anda menyadari nilai dari semangat manusia akan keindahan alam yang diberikan Tuhan.

Museum Seni Kontemporer Jeju
Di museum ini Anda dapat menikmati karya seni dan arsitek. Tamannya juga sangat cocok dijadikan tempat beristirahat. Sambil berjalan menyusuri jalan batu, Anda dapat melihat berbagai patung batu dan lukisan Kim Heung-Su yang paling terkenal berjudul "Peri Haenyeo (Penyelam Wanita)"

Kebun Kaktus Wollyeong
Tempat eksotik ini menampilkan kaktus yang ditanam di bebatuan pesisir pantai. Pada bulan Juli, bunga kaktus yang berwarna kuning, serta buah merahnya akan bermekaran, sehingga bulan itu adalah waktu terbaik untuk taman dengan pemandangan yang indah ini.

The Museum of Sex and Health
Museum ini memiliki enam lorong pameran yang memungkin Anda untuk mempelajari macam-macam hal yang berkaitan dengan seks, termasuk mainan untuk orang dewasa dan proses produksi pornografi. Memang aneka peraga terlihat begitu vulgar, seperti aneka patung dan ornamen. Wuihh!



Panduan Berlibur ke Pulau Jeju:


Sumber: www.jeju.go.kr

I Love You, Apa saja Destinasi Berlibur dengan Pasangan ke Pulau Jeju

Pernahkah Anda berpikir bahwa saat Anda berjalan bersama pasangan, semua mata tertuju kepada Anda. Betapa kemesraan Anda dengan kekasih membuat semua orang lain iri. Ya, karena Anda begitu mesra dan sangat menikmati perjalanan wisata Anda. Sudah pernah ke Pulau Jeju Korea?. Jika belum, maka saya mencoba memberi destinasi romantis khusus pasangan romantis selama di Jeju.

Jalan Pesisir Sehwa - Seongsan
Kontak pertama dengan kemesraan di Jeju, silahkan Anda selusuri jalan pesisir ini. Jalan ini merupakan jalur mengemudi yang fantastik sepanjang 12 km di mana laut biru yang indah berada dalam harmoni dengan langit. Rasakan angin laut ketika Anda mengemudi sambil meneriakkan, "I love you!" keluar jendela. Di daerah ini Anda pun dapat mengunjungi Byeolbangjiseong, Seokdawon dan juga Suaka untuk Burung Bermigrasi Hadori. Cara ke sana: Ambil Jalan Ilju Timur 1132 dari Jeju-si selama sekitar 50an menit lalu ambil Jalan Pesisir Sehwa.

Honinji
Honinji merupakan tempat tiga dewa menikah dengan tiga puteri dari Kerajaan Byeokrangguk. Kolam tempat mereka mandi sebelum acara pernikahan dan gua yang dipakai sebagai kamar pengantin masih sama seperti dulu. Tempat terkenal dengan keindahan bunga teratai merahnya yang mekar pada musim panas.

Seopjikoji
Di musim semi, pemandangan pesisir pantai dan rupa rapa kuning yang berlatar Seongsan Ilchulbong (Puncak Matahari Terbit), terlihat sangat indahnya. Di musim gugur, suasana akan terasa romantis ketika kelopak bunga liar keemasan beterbangan tertiup angin.

Naik Balon Udara
Terbang di atas Pulau Jeju dengan balon helium berkapasitas 30 orang sangat menakjubkan. Menyaksikan deburan ombak dan keindahan Pulau Jeju punya kesan tersendiri. Dari balon ini, Anda seakan sedang melayang di atas laut biru sambil melihat pemandangan Seogwipo-si yang khas. Lokasi: Bephwan-dong, Seogwipo-si (Disamping stadion Piala Dunia Jeju)

Jeju Love Land
Ini adalah merupakan taman cinta berisi aneka patung orang dewasa (maaf: telanjang!). Beberapa adegan pada patung memang begitu vulgar bagi sebagian kalangan, karena menampilkan posisi-posisi orang sedang bercinta. Banyak wisatawan ke sini sekedar membuat foto lucu (mengikuti adegan patung). Tujuan didirikannya taman ini adalah memberikan informasi dan pengetahuan yang tepat bagi orang dewasa.

Saeseom
Jembatan Saeyeongyo merupakan jembatan pejalan kaki terpanjang di Korea yang menghubungkan daratan Jeju dengan Saeseom (Pulau Kecil). Jembatan berbentuk seperti rakit kayu tradisional Jeju yang bernama Taewoo ini sangat populer di kalangan wisatawan. Saeseom memiliki pemandangan malam yang indah yang disebut Wolgyeondo, yang artinya sebuah pulau dengan sinar bulan yang lembut.


Panduan Berlibur ke Pulau Jeju:

Berlibur Dengan Teman-Teman ke Pulau Jeju Korea, Apa saja spot kunjungannya?

Yang paling mengasikkan saat berwisata adalah ketika kita bisa pergi bersama teman-teman. Kemeriahan canda tawa akan lebih lepas. Rasa penat tak terasa. Bahkan waktu pun akan berjalan begitu cepat. Sampai akhirnya perjalanan itu pun sudah menjadi kenangan yang tak terlupakan...

Spot apa saja yang menarik dikunjungi di Pulau Jeju apabila kita berlibur bersama teman-teman. Ini dia....

Scuba Diving Munseom (Pulau Kecil)
Ketika Anda berdiri di atas Oedolgae, Anda akan merasa seperti dapat mengambil Pulau Munseom dengan tangan Anda. Waktu terbaik untuk memancing di sini adalah antara bulan September dan Nopember karena terdapat banyak ikan kakap merah dan ikan kakap bergaris pada waktu itu. Wilayah ini merupakan tujuan yang populer bagi penyuka scuba diving berkat banyaknya koloni ikan yang hidup di koral-koral berwarna-warni.

Pantai Iho Taewoo
Anda dapat menikmati selancar angin, jet ski atau bermain voli pantai di Pantai Iho Taewoo. Anda juga dapat menangkap ikan berbagai macam ikan seperti kakap merah atau ikan teri kecil. Selain itu, Anda juga diperbolehkan berkemah di sini selama musim panas. Dua mercu suar berbentuk seperti kuda merah dan putih juga tidak boleh dilewatkan.

Flying Fox (Zipline) Jeju
Mungkin Anda sudah sering menikmati luncuran flying fox. Tapi flying fox satu ini lebih menegangkan. Anda harus mencobanya. Kelebihannya adalah, Anda melayang sambil memandangi keindahan pemandangan Gunung Halla dan lautan di Daheeyeon. Flying Fox yang akan memacu adrenalin Anda lebih tinggi dari flying fox yang pernah Anda naiki.

Perkemahan Moguri
Anda mungkin sudah pernah berkemah. Tapi berkemah di perbukitan dengan dikelilingi bunga-bunga indah adalah memiliki kesan tersendiri. Di malam hari Anda dapat menikmati kebebasan luar ruang dengan aneka bintang yang gemerlap di langit luas. Pagi hari, menapaki jalur yang indah disisi bukit.

Marado
Marado merupakan daerah paling ujung sekaligus paling awal di Korea Selatan yang dikukuhkan dengan sebuah plakat yang menandai titik paling selatan di Korea. Dibutuhkan satu setengah jam untuk berjalan mengelilingi pesisir pantai pulau ini. Tebing curam, batu berbentuk unik, dan gua laut membuat keindahan Marado terkenal di kalangan wisatawan.

ATV
Perjalanan menggembirakan bersama teman-teman dapat Anda nikmati menggunakan ATV. Menyusuri jalan yang berliku di Jeju punya rasa tersendiri. Anda akan dipandu oleh instruktur profesional, sehingga keamanan Anda terjamin.

Museum Beruang Teddy
Museum ini menceritakan tentang sejarah boneka beruang teddy yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, serta menampilkan diorama-diorama yang mengambil tema karya-karya seniman terkenal. Beruang teddy di museum ini merupakan boneka buatan tangan dengan bahan dari bulu domba gunung berkualitas tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa boneka ini memiliki tingkat kesempurnaaan yang tinggi.


Panduan Berlibur ke Pulau Jeju:

Sumber: www.jeju.go.kr

Air Terjun Coban Rondo

Setelah Anda menikmati ulasan saya tentang beberapa spot wisata di daerah Malang, maka tak kalah pentingnya Anda pun harus berkunjung ke Air Terjun Coban Rondo.

Kurang lengkap rasanya bila Anda mengunjungi kota Batu Malang tanpa mengunjungi Coban Rondo. Air terjun ini begitu indah. Meluncur dari ketinggian 84 m bak mayang terurai mengalirkan air bening nan sejuk.

Coban Rondo  berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut. Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau. Curah hujan rata-rata 1.721 mm/th, dengan bulan basah pada bulan Nopember sampai bulan Maret dan bulan kering pada bulan April sampai dengan Oktober dengan suhu rata-rata +/- 22°C.

Air terjun ini berada dalam wilayah KPH Perum Perhutani Malang. Masuk dalam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Pujon dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G. Kondisi hutan yang terpelihara, membuat suasana disini sangat menentramkan hati. Kicauan burung dan udaranya yang sejuk dan bersih menambah kebetahan Anda berlama-lama di areal hutan lindung ini.

Sebelum menjadi Coban Rondo, sebetulnya di atasnya ada air terjun kembar yang disebut Coban Manten (air terjun pengantin). Mengalir ke bawah, air terjun itu menyatu menjadi Coban Dudo. Uniknya, Coban Dudo tersebut mengalir ke bawah menjadi Coban Rondo. Sumber air dari tiga air terjun tersebut berada di Kepundan, satu dataran yang tanpa pohon satu pun berada di atas Coban Manten. Mereka yang ingin melihatnya, selain harus berhati-hati juga perlu ekstratenaga. Sebab, selain jalan licin, juga cukup jauh antara 3-4 km. Itulah sebabnya saya cukup mengulas Coban Rondo saja..

Lokasi spot wisata Coban Rondo berjarak 12 km dari Kota Batu atau ± 24 km dari Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, atau sekitar 4 jam perjalanan darat dari Surabaya. Akses ke air terjun Coban Rondo sangat mudah dengan jalan yang sudah beraspal baik. Jika dari jalan raya arah Batu - Pujon, Malang, setelah melalui tanjakan yang landai dan jalan berkelok-kelok dan terkadang tajam, maka akan sampai di puncak perbukitan. Sebuah papan nama dengan ukuran besar akan memberikan petunjuk untuk belok ke arah kiri keluar dari jalan raya guna menemukan obyek wanawisata Coban Rondo.

Dari patung sapi perjalanan dilanjutkan sekitar 4 km untuk sampai ke air terjun Coban Rondo. Pada dua kilometer sebelum masuk kawasan akan ditemui papan bertulisan "Welcome to Wana Wisata Coban Rondo" Kemudian jalanan terus menurun dan suasana hutan semakin terasa. Di tempat yang melandai, gubuk-gubuk pedagang dan berbagai jenis kendaraan berjajar. Di situlah terminal akhir pengunjung berkendaraan. Selanjutnya dengan sedikit melintasi tanjakan tak kurang dari dua menit sampailah ke lokasi air terjun.

Bagi yang menggunakan angkutan umum, ambil bis jurusan Malang dari Surabaya (Rp. 12.000,- per orang). Lalu tumpangi bemo dari Terminal Arjosari, Malang, jurusan Landungsari (Rp. 1 .500,- per orang). Lanjutkan dengan bis tujuan Kediri via Pujon, turun di Patung Sapi yang merupakan pintu gerbang ke Coban Rondo (Rp. 2.500,-). Dari sana, tersedia ojek yang siap mengantar hingga ke lokasi. Setelah tiba di tempat parkir perjalanan dilanjutklan dengan berjalan kaki sekitar 200 m menuju lokasi air terjun berada.

LEGENDA

Kurang lengkap rasanya kalau kita tidak mengetahui legenda apa yang terjadi dibalik terbentuknya air terjun ini. Cerita dibawah ini adalah yang terpampang pada information board taman wisata.

Bermula dari cerita sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan risiko apapun yang terjadi di perjalanan.

Di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, seorang lelaki yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Akibat ulah Joko Lelono tersebut, maka terjadilah perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono.

Kepada para pembantunya atau disebut juga punokawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung keras dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo. Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo. Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya. Begitulah ceritanya...

Setelah Anda menikmati indahnya air terjun coban rondo, maka tak lengkap rasanya jika Anda tidak meluangkan waktu sejenak merasakan nikmatnya Apel Malang. Di seputar lahan parkir terdapat warung panganan dan souvenir yang menjual aneka oleh-oleh untuk Anda bawa pulang. Salah satunya yang terkenal dari wilayah ini adalah Apel Malang. Rasa apel ini sangat berbeda dari apel yang pernah Anda nikmati. Selain menjual buahnya yang masih segar, warung-warung tersebut pun menjual keripik apel yang sudah dalam kemasan. 

Di sekitar wilayah ini pun masih terdapat kunjungan wisata lainnya seperti pemandian air panas Songgoriti, agro wisata, dan lain-lain. Hanya untuk itu diperlukan beberapa waktu sehingga Anda harus menginap. Tempat penginapan dapat Anda temukan di daerah wisata Songgoriti, sekitar 5-8 km dari lokasi Air Terjun Coban Rondo. Harga penginapan disini berkisar antara Rp. 150.000 hingga Rp. 650.000 per malam (tergantung kekuatan isi dompet Anda). Selain type kamar homestay, juga ada hotel dan villa. Dengan menginap, maka Anda akan merasakan 'nikmatnya' alam pegunungan disini...begitu dingin di malam hari.

Malang, 22 Juni 2013
 
Copyright © 2015. DIENG TOUR ADN TRAVEL.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen TemplatePowered by Blogger.
Creative Commons License